PALEMBANG, BSP24.COM – Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) Korwil Palembang berupaya membangun ekosistem komedi yang kreatif sekaligus taat hukum di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Komitmen itu disampaikan dalam audiensi dengan Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa, Selasa, (2/6/2026.)

Ketua PASKI Korwil Palembang, Kyai Budi Keker, mengatakan profesi komedian saat ini tidak lagi terbatas pada panggung hiburan. Kehadiran berbagai platform digital telah mendorong banyak komedian bertransformasi menjadi kreator konten dengan jangkauan audiens yang luas.
Menurut dia, perkembangan tersebut juga membawa konsekuensi hukum yang harus dipahami para pelaku industri kreatif.
“PASKI berkomitmen melahirkan seniman komedi yang tidak hanya kreatif mengundang tawa, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan mematuhi regulasi yang berlaku di Indonesia,” kata Budi.
Audiensi itu dihadiri jajaran pengurus PASKI Kota Palembang, di antaranya Wakil Ketua Yogi Safran, Sekretaris Cek Nia Keker, Bendahara Helsi Aprisa, Advokat Rilo Budiman sebagai Bidang Hukum, Hendra selaku Bidang Kerohanian, serta Comet yang membidangi media sosial.
Budi menjelaskan, PASKI Palembang akan melibatkan Bidang Hukum untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada anggota terkait aktivitas di media sosial. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman para komedian terhadap berbagai aturan yang berpotensi berkaitan dengan konten digital.
“Kami akan mengadakan sesi berbagi pengetahuan dan panduan hukum agar para anggota memahami batasan-batasan yang harus diperhatikan dalam membuat konten,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemahaman terhadap regulasi menjadi penting agar para kreator tidak tersandung persoalan hukum, baik pidana maupun perdata. Beberapa aturan yang menjadi perhatian antara lain Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya yang berkaitan dengan pencemaran nama baik, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi bohong.
Selain edukasi hukum, PASKI Palembang juga tengah mempersiapkan pelantikan kepengurusan baru. Organisasi tersebut menargetkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi kepengurusan PASKI di daerah lain.
“Kami berharap kepengurusan periode ini solid dan mampu menjadi barometer bagi PASKI di daerah lain,” kata Budi.
PASKI Palembang juga menyatakan siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Palembang dan Dinas Pariwisata dalam berbagai agenda publik, seperti Car Free Day (CFD), Car Free Night (CFN), hingga perayaan Hari Jadi Kota Palembang ke-1340.
Sekretaris PASKI Kota Palembang, Cek Nia Keker, mengatakan organisasinya juga berencana menggelar lomba komedi untuk menjaring bibit-bibit komika baru yang kreatif, beretika, dan mampu mengharumkan nama Palembang.
Sementara itu, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa menyambut baik langkah yang dilakukan PASKI. Menurut dia, komedi dapat menjadi sarana komunikasi yang efektif dalam menyampaikan berbagai pesan pembangunan kepada masyarakat.

“Komedi memiliki peran strategis sebagai media komunikasi yang dekat dengan masyarakat dan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan pembangunan secara lebih mudah diterima,” ujar Ratu Dewa. (Read)





